Pada awalnya menurut cerita orang-orang terdahulu nama Desa Maguan adalah merupakan gabungan dari nama seorang sesepuh Mbah Kyai SS sampurno yang dulunya melakukan perjalanan/Sowan dari makam Auliya’ Ngaliman, dan Beliaunya beristirahat/mampir tidur sampai wafat dan di kebumikan di Pesarehan Kedungwaru Lalu Desanyan dinamakan MAGUAN
Menurut sumber-sumber yang sempat dihimpun,dahulu penduduk dusun Maguan tempat tinggalnya bergerombol, ada yang dekat punden dan ada yang dekat jalan raya ( sebelah timur jalan raya )
Orang-orang sekitar punden diajak pindah ke dekat jalan raya tidak mau karena mempunyai prediksi kalau yang akan jadi jalan raya adalah daerah sekitar punden.Maka dari itu orang-orang sekitar punden dinamakan Punden Mbah Kyai SS sampurno Lambat laun seiring berjalannya waktu akhirnya orang-orang sekitar punden mau pindah ke sebelah timur karena terbukti menjadi jalan raya.
Punden masih ada sampai sekarang.setiap acara sedekah Dusun (nyadran) dibuat untuk kirim do’a para leluhur Desa Maguan Wujud Punden berupa dua Makam.
Adapun nama-nama Kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :