Sejarah Desa Sumberwindu



DATA NAMA RUPA BUMI WILAYAH ADMINISTRASI

DESA SUMBERWINDU KECAMATAN BERBEK

KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2016

 

I.

Kecamatan

: Berbek

II.

Desa

: Sumberwindu

III.

Nama Ibu Kota

: Sumberwindu

IV.

Nama Di daerah

: Sumberwindu

V.

Nama Lain

: Maindu

VI.

Nama Yang Disepakati

: Sumberwindu

VII.

Asal Bahasa

: Jawa (sumber sak windu )

VIII.

Arti Nama

: Banyak sumber air

IX.

Sejarah Desa

: Dinamakan Sumberwindu konon ada kaitanya dengan kondisi daerah saat itu yang mana daerah yang mayoritas sawah itu banyak dijumpai mata air yang sangat banyak dan dangkal dan mata air tersebut tidak pernah habis meskipun kemarau panjang,karena tidak pernah mati tersebut orang menyebutnya SUMBERWINDU ( sumber sak windu) dikandung maksud mata air tersebut sampai sewindu tidak dapat  habis (8 tahun)

X.

Bahasa daerah

: Bahasa Jawa

XI.

Kesenian

: Jaranan

  Hadrah

XII.

Kali

:         1. Kali kuncir kanan

          2. Kali kuncir kiri

  3. Kali sekunder Katogan

          5. Kali sekunder Sumberwindu

          6. Kali sekunder Patranrejo

 

XIII.

Gunung

: -

XIV.

Ringkasan Asal / Sejarah Desa

 

Nama Desa

: Desa Sumberwindu

 

Terdiri Dari Dua Dusun

:

 

  1. Dusun Sumberwindu

  2. Dusun Betek

 

 

Luas Desa

: 122.520 Ha.

 

Batas-batas Desa

:

 

Sebelah Utara

: Desa Patranrejo

 

Sebelah Timur

: Desa Sengkut

 

Sebelah Selatan

: Desa Kacangan

 

Sebelah Barat

: Desa Sendangbumen

 

Jumlah Penduduk

: Laki-laki        : 1.440

  Perempuan   : 1.524

 

Mata Pencarian

: Petani ,Pedagang dan Buruh Tani

 

Letak Geografis

: Lintang Selatan  : 07 39'01"S

  Bujur Timur       : 111 52'13"T    

  Ketinggian        : …. m/dpl

 

Proses Babat Desa Sebagai Berikut :

          Pada hakekatnya sejarah Desa di seluruh Kecamatan Berbek hampir secara umum ada sejak Tahun 1825 – 1830 yaitu era keberadaan Kerajaan Mataran di Jawa Tengah, yang mana pada saat itu sedang hebatnya melawan kolonialisme Belanda di tanah jawa di bawah komando Pangeran Diponegoro.
Tidak beda dengan Desa Sumberwindu.Desa Sumberwindu yang secara Geografis terletak pada 111 52'13"T     07 39'01"S berbatasan sebelah utara dengan  Desa Patranrejo,sebelah Selatan dengan Desa Kacangan ,Sebelah Barat dengan Desa Sendangbumen,Sebelah timur dengan Desa Sengkut adalah merupakan daerah yang sangat subur  dan sangat strategis karena selain penduduknya mayoritas bekerja disector pertanian tetapi juga ada yang sebagaian bekerja disector perdagangan,karena Desa Sumberwindu juga sangat dekat dengan  pasar . yang mana dipasarlah sebagai tempat transaksi jual beli hasil pertanian yang dihasilkan oleh penduduk Desa Sumberwindu .dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa desa – desa yang berada di kecamatan berbek banyak memilki kesamaan histori karena letak geografis,latar belakang penduduk, dan mayoritas kehidupannya tidak berbeda jauh.
          Pada kesempatan ini perkenankan kami secara khusus menceritakan tentang sejarah Desa Sumberwindu dengan berbagai versi yang kami gali dari masyarakat Desa Sumberwindu(sesepuh desa) yang sedikit banyak paham sejarah asal usul Desa Sumberwindu.
Pembaca yang budiman ,mengawali cerita sejarah Desa Sumberwindu ini perlu untuk anda ketahui bahwa sebelum menjadi Desa dengan nama Desa Sumberwindu dulu Desa ini terdiri dari dua Desa yaitu Desa Sumowindu dan Desa Betek, yang mana kedua Desa tersebut sebelumnya berdiri sendiri  dan dipimpin oleh seorang kepala Desa.kemudian dengan perkembangan jaman entah sejak kapan kedua Desa tersebut akhirnya  melebur menjadi satu Desa menjadi Desa Sumberwindu,sehingga sekarang ini Desa Sumberwindu terdiri dari Dua Dusun Yaitu Dusun Sumberwindu atau lebih dikenal dengan nama MAINDU dan Dusun Betek.
Ada beberapa versi dan cerita yang berkembang terkait sejarah Desa Sumberwindu,yang pertama dan sangat menarik yaitu versi sebelum agama islam masuk ke Desa Sumberwindu,yang mana awal dari sejarah Desa ini yaitu keberadaan seorang tokoh atau sosok yang sering disebut sebut sebagai orang yang babat Desa sumberwiindu   Konon sebelum islam masuk ke Desa Sumberwindu ,dan Desa Sumberwindu masih berupa hutan belantara al kisah pernah hidup seorang yang bernama MBAH POTOWELUT,beliau lah yang pertama kali babat Desa Sumberwindu,dengan segala daya upaya akhirnya mbah MBAH POTOWELUT berhasil mendirikan Desa dengan nama DESA SOMOWINDU ,MBAH POTOWELUT adalah orang yang sakti mandraguna dan juga orang yang kaya raya di DESA SOMOWINDU,akan tetapi MBAH POTOWELUT memiliki kebiasaan yang kurang baik .dia sangat senang dengan permainan judi ,menurut cerita mbah MBAH POTOWELUT dulu memiliki ternak kerbau yang luar biasa jumlahnya,pernah suatu ketika ada cerita bahwa mbah MBAH POTOWELUT kalah judi melawan seseorang yan konon berasal dari daerah Pace,sehinga semua hewan ternaknya habis dibawa oleh orang pace tersebut,dan tampaknya cerita itu ada kebenaranya juga karena di DesaSumberwindu tersebut pernah ada bekas sebuah kolam (blombang) yang mana ikanya dikolam itu dahulu sungguh sangat banyak jumlahnya,ikan yang ada dikolam itu adalah ikan lele yang konon katanya kolam itu adalah bekas kandang MBAH POTOWELUT dan ikan lele itu adalah penjelmaan dari ternak-ternak MBAH POTOWELUT tadi.
          Untuk mendapatkan kebenaran akan cerita yang berkembang dimasyarakat Desa ,pernah suatu hari saya menemui seseorang yang di Desa Kami dipandang sebagai sesepuh Desa , ada cerita yang menarik dari salah seorang sesepuh Desa tersebut,orang yang di kenal dengan nama  pak suroso ini boleh dibilang memilki ikatan sejarah dengan danyang atau orang yang babat Desa Sumberwindu yaitu MBAH POTOWELUT,karena selama ini pak suroso lah yang merumat atau merawat petilasan dari MBAH POTOWELUT,Beliau menceritakan kepada saya bahwa dahulu orang Desa Sumberwindu biasanya kalau mau kepasar Berbek sering berangkatnya sebelum subuh ,dan dalam perjalanan kepasar tersebut mereka sering menjumpai IKAN LELE yang berjalan / bercecer di  sepanjang jalan dari Desa Sumberwindu menuju ke pasar.konon ceritanya bahwa IKAN LELE tersebut adalah bentuk penjelmaan dari ternak –ternak kerbau milik MBAH POTOWELUT yang digiring menuju ke daerah pace karena kalah judi tadi,makanya orang yang menjumpai ikan –ikan tersebut pada waktu itu tidak ada yang berani mengambilnya takut terkena kutukan/kualat.
          Sampai pada suatu masa kata pak suroso tadi, datanglah orang yang ingin menguasai dan berusaha merebut kekuasaan dari MBAH POTOWELUT ,orang tersebut bernama MBAH WALIK / MBAH WARIH ,dikatakan MBAH WALIK / MBAH WARIH karena konon ceritanya kulit dari orang tersebut mirip sisik dan terbalik..keberadaan MBAH WALIK / MBAH WARIH menimbulkan marah dari MBAH POTOWELUT,ia merasa disepelekan karena dia yang sudah susah payah membuat/babat DESA SOMOWINDU dengan mudahnya akan direbut oleh MBAH WALIK / MBAH WARIH. sehingga timbul perang antara MBAH POTOWELUT dan MBAH WALIK / MBAH WARIH untuk memperebutkan Desa somo windu.katanya pada waktu itu MBAH POTOWELUT berada di timur sungai dan MBAH WALIK / MBAH WARIH dibarat sungai,keduanya saling meluncurkan anak panah ,dan karena keduanya sama – sama sakti maka jarak memanah mereka semakin dekat hingga tinggal beberapa puluh meter saja,dan akhirnya kedua orang sakti tersebut sama –sama terkena anak panah dan meninggal ditempat,makanya apabila pembaca ingin berkunjung atau ingin melihat petilasan kedua orang sakti tersebut pembaca akan menemui sebuah makam yang beda dengan makam- makam lain pada umumnya karena makam MBAH WALIK / MBAH WARIH tidak membujur ke utara melaikan agak serong ke barat,konon ceritanya makam itu dibuat sesuai meninggalnya MBAH WALIK / MBAH WARIH pada saat itu.sedangkan makam mbah somowindu ada disebelah timur sekarang jadi punden dan menghadap seperti makam makam pada umumnya.dan entah sejak kapan nama DESA SOMOWINDU itu berubah menjadi DESA SUMBERWINDU,kami secara rinci belum bisa menyampaikan kepada pembaca.tetapi secara harafiahnya nama DESA SUMBERWINDU berasal dari nama SUMBER yang diambil dari nama sebuah dusun di Desa Betek pada saat itu dan WINDU diambil dari nama belakang Desa Somowindu,dan dengan melihat kondisi pada saat itu DESA SUMBERWINDU berarti DESA DENGAN SUMBER AIR YANG BANYAK DAN TAK PERNAH HABIS MESKIPUN KEMARAU PANJANG(SUMBER SAK WINDU/ BANYAK AIR SEPANJANG 8 TAHUN)
          Kemudian ada versi lagi terkait sejarah Desa Sumberwindu,dalam versi ini lebih mengarah kepada sejarah Desa secara umum diseluruh Kecamatan Berbek,karena sejarah ini terjadi pada masa kebesaran kerajaan mataram di Jawa Tengah dan Agama islam sudah masuk dan berkembang di Desa Sumberwindu dan orang yang membawa islam dan mendirikan Desa Sumberwindu ini adalah PANGERAN ABDUL ROHMAN dan PANGERAN ABDUL ROHIM,keduanya adalah orang – orang keturunan dari kerajaan mataram dan sebagai pengikut dari Pangeran Diponegoro yang mana konon kedua orang yaitu PANGERAN ABDUL ROHMAN dan PANGERAN ABDUL ROKHIM ikut berjuang dengan Pangeran DIPONEGORO dan karena terdesak akhirnya  melarikan diri dari kejaran Tentara Kolonial Hindia Belanda dan sampailah di Desa Sumberwindu ini,Kedua orang tersebutlah yang kemudian mengembangkan Islam di Desa Sumberwindu dan membangun Desa Sumberwindu,sampai akhirnya kedua orang tersebut wafat dan jasadnya dimakamkan di dekat makam MBAH POTOWELUT,setelah keduanya wafat selanjutnya Desa Sumberwindu dipimpin  oleh pemimpin Desa yang baru dan sejauh ini kami belum dapat menginventarisir siapa – siapa saja orang yang pernah memimpin Desa Sumberwindu ini ,yang dapat kami sampaikan yaitu nama – nama pemimpin 
atau Kepala Desa yang diketahui oleh sebagaian besar masyarakat Desa Sumberwindu;
Untuk menghormati jasa orang – orang yang telah babat dan mendirikan Desa Sumberwindu maka pada setiap tahun tepatnya di Bulan Muharam (Suro) Seluruh masyarakat bersama – sama Kepala Desa dan Perangkat Desa mengadakan Tasyakuran kirim Doa di setiap Masjid dan Mushola dan juga mengadakan Khataman Al- Qur’an di setiap Masjid dan Mushola.Agenda tersebut akhirnya rutin diadakan sebagai Kegiatan BERSIH DESA.
Berikut ini nama – nama kepala Desa yang pernah memimpin Desa Sumberwindu sebatas yang di kenal oleh Masyarakat
  1. DUDO KERENG                      TAHUN…… - 1937
  2. S.PAWIROREDJO                    TAHUN 1937 – 1990
  3. IMAM SUTOYO                        TAHUN 1990 – 2007 (DUA PERIODE)
  4. SUHARTO                               TAHUN 2007 – 2019 (DUA PERIODE)
  5. DIDIN PURWONINGSIH           TAHUN 2019 - 2025

Dan data-data Rupa Bumi yang telah dibuat (daftar Terlampir)