Sejarah Desa Sendangbumen



SEJARAH DESA SENDANGBUMEN

Menurut bahasa kata “Sendang” yang berarti sumber kehidupan yang menurut cerita dulu kala di pergunakan untuk mandi bidadari dari kayangngan dan untuk kebutuhan air minum warga sekitar sedangkan “Bumen “ yang berarti bumi kehidupan jadi “Sendangbumen” bumi yang terdapat sumber airnya yang dipergunakan untuk kehidupan warga.

Sejarah Desa Sendangbumen tidak terlepas dari sejarah masyarakat Pedesaan di Kabupaten Nganjuk. Desa ini dulunya dipimpin oleh lurah seumur hidup yang bernama Ndari adalah Kepala Desa yang dermawan, karena sangat terpengaruh oleh gaya kehidupan masyarakat Pedesaan.

Nama Sendangbumen didasarkan pada banyaknya sumber air bening dan tempat mengalirkan air yang ada di desa ini. Desa Sendangbumen terdiri dari           3 ( tiga ) kasun yang mencakup 10 Dukuh dan nama wilayah lingkungan sebagi berikut :

 

  1. Dukuh Katogan
  2. Dukuh Bumen
  3. Dukuh Ngadi
  4. Dukuh Pogalan
  5. Dukuh Jabon
  6. Dukuh Plagri Lor
  7. Dukuh Bujel
  8. Dukuh Plagri Kidul
  9. Dukuh Pilangbangu
  10. Dukuh Tlogorejo

 

Adapun Kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut:

  1. NDARI                               ( Tahun 1870 s/d 1920 )
  2. TENGKLER                        ( Tahun 1920 s/d 1927 )
  3. RONO DIWIRYO SADIRAN ( Tahun 1927 s/d 1961 )
  4. MASIDI                              ( Tahun 1961 s/d 1990 )
  5. MULYONO                         ( Tahun 1990 s/d 1998 )
  6. A. SOFUAN                       ( Tahun 1998 s.d 1999 )
  7. SUTOYO                           ( Tahun 1999 s/d 2009 )
  8. MULYANI                           ( Tahun 2009 s/d 2010 )
  9. SUJIANTO                         ( Tahun 2010 s/d 2017 )
  10. SUTOYO                           ( Tahun 2017 s.d sekarang)