Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar sosialisasi dan penguatan pendidikan kependudukan jalur non formal melalui Saka Kencana, Kamis (12/12/2024).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas PPKB Nganjuk ini dibuka langsung oleh Nafhan Tohawi selaku Kepala Dinas PPKB Nganjuk. Diikuti oleh para pelajar di Kabupaten Nganjuk yang tergabung dalam Saka Kencana dan penyuluh KB. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya Nafhan Tohawi menyampaikan pentingnya pengetahuan tentang kependudukan, keluarga berencana, dan masalah sosial bagi generasi muda. Sebagai Generasi Muda, Pramuka Penegak dan Pramuka Penggalang diharapkan mengerti dan memahai tentang isu-isu kependudukan saat ini.

“Melalui Saka Kencana, kami berusaha memperkuat pengetahuan adik-adik mengenai kependudukan, keluarga berencana, dan masalah sosial lainnya. Harapannya, mereka dapat menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam pembangunan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat," ujar Nafhan Tohawi.
Nafhan yang juga menjabat sebagai Ketua Saka Kencana Nganjuk ini menyebut, peran serta generasi muda dalam menyebarluaskan informasi kependudukan di tingkat komunitas sangat penting. Untuk itu, Saka Kencana, ungkap Nafhan, harus terus digalakkan dan terus dihidupkan. Melalui kegiatan-kegiatan postif, Saka Kencana dapat menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat luas.
"Saka Kencana yang sudah kita bentuk kurang lebih tiga bulan yang lalu ini sebenarnya sudah menunjukkan eksistensinya. Namun, saat ini Saka Kencana perlu dihidupkan kembali. Saya mengajak adik-adik di sini untuk menghidupkan Saka Kencana ini, mengkolaborasikan potensi-potensi yang ada, agar bisa menjadi wadah bagi kreativitas dan penambahan ilmu pengetahuan, terutama tentang kependudukan," beber Nafhan.
Lebih lanjut, Nafhan menekankan pentingnya pendidikan kependudukan yang dimulai sejak dini. Melalui kegiataan yang diselenggarakan ini, kata Nafhan, bukan hanya untuk memperkenalkan isu kependudukan, tetapi juga untuk menanamkan "virus" positif mengenai masalah kependudukan kepada generasi muda, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

"Kita harus menyebarkan virus-virus pemahaman tentang kependudukan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA. Kami juga berharap kegiatan penyuluhan KB melalui balai-balai penyuluh KB dapat menjadi sarana mediasi dan konsultasi bagi masyarakat," tambah Nafhan.
Sebagai narasumber utama, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yuni Dwi Tjakidiyanto, menyampaikan materi mengenai peran kependudukan dalam pembangunan nasional serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Kabupaten Nganjuk dalam mencapai target kependudukan yang ideal. Yuni menekankan pentingnya perencanaan keluarga yang matang, serta pendidikan yang merata untuk mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Diharapkan, melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta, terutama anggota Saka Kencana, dapat lebih memahami peran mereka dalam pengembangan kualitas kehidupan kependudukan dan keluarga berencana di Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat jalur pendidikan non formal yang memiliki dampak besar terhadap perubahan sosial di masyarakat.