Pada awalnya menurut cerita orang-orang terdahulu nama Desa Semare adalah merupakan gabungan dari nama seorang sesepuh Mbah Dipo yang dulunya melakukan perjalanan/Sowan dari makam Auliya’ Ngaliman, dan Beliaunya beristirahat/mampir tidur sampai wafat dan di kebumikan di Pesarehan Kedungwaru Lalu Desanyan dinamakan SUMARE/SEMARE
Menurut sumber-sumber yang sempat dihimpun,dahulu penduduk dusun Semare tempat tinggalnya bergerombol, ada yang dekat punden dan ada yang dekat jalan raya ( sebelah timur jalan raya )
Orang-orang sekitar punden diajak pindah ke dekat jalan raya tidak mau karena mempunyai prediksi kalau yang akan jadi jalan raya adalah daerah sekitar punden.Maka dari itu orang-orang sekitar punden dinamakan Punden Mbah Kenes Lambat laun seiring berjalannya waktu akhirnya orang-orang sekitar punden mau pindah ke sebelah timur karena terbukti menjadi jalan raya.
Punden masih ada sampai sekarang.setiap acara sedekah Dusun (nyadran) dibuat untuk kirim do’a para leluhur Desa Semare Wujud Punden berupa dua Makam.
Desa Semare terdiri dari Dua (2) kamituwan yang mencangkup 2 dusun dan nama wilayah lingkungan sebagai berikut :
Adapun pemimpin seterusnya yang menjabat di Desa Semare adalah:
SAMHUDI : Menjabat Tahun 1886-1973
SUBIYANTORO : Menjabat Tahun 1973-1991
SRIANA : Menjabat Tahun 1991-1999
MINAN KHOLID : Menjabat Tahun 1999-1997
JOKO SUPRIANTO : Menjabat Tahun 1997 sampai sekarang
Demikian asal usul Pemerintahan Desa Semare.