PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK
KECAMATAN BERBEK
DESA BENDUNGREJO
SEJARAH DESA BENDUNGREJO
1.Nama desa : Bendungrejo
Nama Dusun-dusun : 1.Dusun Bendungrejo 2.Dusun Pulerejo
3.Dusun Ngrambe 4.Dusun Sambirobyong
2.Luas desa : 184.825 Ha.
Batas-batasnya : Utara Desa Sengkut/Desa Ngrawan
Timur Desa Ngepeh
Selatan Desa Oro oro ombo
Barat Desa Mlilir
3.Jumlah penduduk : Laki-laki : 1.320. Orang
Perempuan : 1.337.Orang
4.Sejarah Desa Bendungrejo berasal dari ringkasan dua desa yaitu desa Bendungrejo dengan desa Ngrambe.Berhubung desa tersebut kecil lalu dijadikan satu pada saat itu dalam pemilihan Kepala Desa calon yang menang adalah calon dari Desa Bendungrejo.
5.Desa Bendungrejo dibabat oleh Kyai Salimin Dukuh Pulerejo dibabat oleh Empu Kliongso Dusun Ngrambe dibabat oleh Umar Sidig Dusun Sambirobyong dibabat oleh Santri Kedu
6. Proses babat sebagai berikut :
a. Bendungrejo dibabat oleh Kyai Salimin dari anak buah P.Diponegoro .Kyai Salimin mendirikan masjid dan pondok pesantren,disebelah barat masjid ada sungai namanya sungai Dong Gong,karena sungai itu ada Gong ,Kyai memerintahkan para santri untuk membuat bendungan air di sungai tersebut setelah dibendung akhirnya santri banyak yang kesungai,sungai menjadi ramai
[ Rejo bahasa Jawa ] akhirnya dinamakan desa Bendungrejo.
b.Pulerejo dibabat oleh Empu Kliongso,yaitu Empu tukang membuat pusaka
atau Keris.Berasal dari gunung Punjul utara Gunung Wilis Epu tersebut dipesani oleh Bupati Nganjuk saat itu membuat pusaka yang ampuh ,lalu Bupati utusan anak buahnya mengambilkan pusaka yang telah dipesankan.Setelah diambil lalu
dibawa pulang ,setelah dipertengahan jalan dihutan jati ,sang utusan seolah-olah menghina pusaka itu,lalu pusaka ditancapkan dipohon jati.
Setelah itu pusaka diganti/dipalsu,lalu diberikan Bupati Nganjuk pada waktu itu
Dilihatnya pusaka itu oleh bupati ternyata palsu.Oleh bupati disuruh mengembalikan.Sang utusan berangkat lagi mengambil yang asli,yang ditancapkan pohon jati ,jati semua habis tinggal tunggaknya,akhirnya dinamakn desa Jat Tunggak.Akhirnya Empu Kliongso diburu oleh belanda lari ke dkh Pulerejo
Desa Bendungrejo dengan babat pohon pule dukuh tersebut akhirnya rejo dinamakan dukuh Pulerejo.
c. Dibabat olah Umar Sidiq,Pada membabat banyak orang yang ramai tetapi tidak sesuai dengan hasilnya ,lalu Umar Sidiq marah dengan berkata nyambut gawe rame ing lambe,desa ini dinamakan Ngrambe.
d. Sambirobyong dibabat oleh santri dari Kedu ,didukuh ini banyak pohon samba yang besar-besar lalu diberi nama Sambirobyong.
7. Yang menjadi Kepala Desa Bendungrejo Nama Derek diganti oleh Kromosentiko .Yang menjadi Kepala Desa Ngrambe sebelum dijadikan satu dengan Bendungrejo Nama Denggung diganti oleh Kromoredjo.
Setelah diringkus dua desa dijadikan satu pilihan Kepala Desa yang menang bernama Djoyongulomo/Djoyo Sabit alamat desa Bendungrejo menjabat tahun 1923 sampai tahun 1935 lalu diganti oleh Mangundidjoyo menjabat tahun 1935 sampai tahun 1970 bertempat di Ngrambe .Diganti lagi oleh Djoyo Suparno menjabat tahun 1970 sampai tahun 1990,diganti oleh Sapuan menjabat tahun 1990 sampai th.1998 diganti oleh Dju’in menjabat tahun 1998 sampai thn.2007 diganti oleh Saifudin Jupri menjabat tahun 2007 sampai sekarang.
8. Peninggalan yang ada Masjid peninggalan Kyai Salimin yang dimakamkan sebelah masjid Bendungrejo.Bendungan Dam Ngrambe yang dibuat thn 1912.
9. Adat yang masih dileluri bersih deso bulan Suro Nyadranan bulan Selo.
10. Lain-lain Umar Sidiq dimakamkan sebelah utaranya dusun Ngrambe namanya
Pesarean Sidiq,Empu Klionsa dimakamkan di Pulerejo.
Bendungrejo,11 Juni 2013
Kepala Desa BendunGREJO
SAIFUDIN JUPRI